oleh

130 atlet paralayang Beraksi di Bukit Labaong

Sebanyak 130 atlet paralayang dari 13 Provinsi di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional Paralayang Trip of Indonesia (TRoI) seri 2 di Bukit Labaong, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Di antara sejumlah atlit yang mengikuti kejuaraan yang digelar 18—20 September ini, terdapat mantan juara dunia Tahun 2010, Ifa Kurniawati.
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik saat membuka kegiatan tersebut mengatakan terpilihnya Sumbawa menjadi lokasi Kejurnas TRoI ini adalah berkah, karena daerah akan semakin dikenal sehingga nantinya menjadi salah satu destinasi wisata yang paling sering dikunjungi. TRoI merupakan kegiatan yang mendapat perhatian pemerintah daerah, dan menjadi salah satu rangkaian Festival Moyo 2015. Selain itu TRoI juga telah dimasukkan menjadi bagian dari cabang olahraga binaan KONI. Ia berharap kegiatan ini akan terus berlanjut di masa mendatang dan pemerintah berkomitmen memberikan dukungannya. Di antaranya menyiapkan fasilitas pendukung di lokasi TRoI termasuk perbaikan infrastruktur jalan terutama di Desa Hijrah atau jalan menuju lokasi kegiatan yang telah direncanakan akan dihotmix pada Tahun 2016. JM—sapaan Bupati juga berharap pemerintah pusat melalui Kemenpora dan PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) menjadikan pelaksanaan kejuaraan Paralayang di Kabupaten ini menjadi kalender event nasional.
Ketua PB FASI melalui Ketua Pordirga Gantole Paralayang Indonesia (PGPI) Pusat, Djoko Bisowarno mengatakan Kejurnas Paralayang 2 di Sumbawa merupakan kelanjutan Paralayang di Painan, Sumatera. Joko mengaku kagum dengan kegigihan Bupati dan Ketua FASI Sumbawa yang memasukkan Sumbawa menjadi tuan rumah. Ini adalah prestasi yang mengagumkan karena tidak semua daerah dapat melakukan hal serupa mengingat syaratnya sangat berat. ‘’Dengan usaha yang gigih kami putuskan, iya. TRoI akan mendarat di Sumbawa,” terang Djoko.
Diakui Djoko, olahraga ini cukup menonjol dari olahraga lainnya karena diperlombakan di berbagai ajang dan juara pada South East Asean Games (SEA GAMES). Bahkan, dari cabor ini atlet dari Indonesia juga menjadi juara dunia. “TRoI ini adalah inisiatif kerjasama antara Kementerian Olahraga, PB FASI dan Bupati. Tentunya kerjasama yang sudah berjalan ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan kerjasama pada tahun berikutnya,” cetusnya.
Sebelumnya Ketua FASI Kabupaten Sumbawa, Amran Herlambang melaporkan, TRoI pertamakali dilaksanakan di NTB, dan Sumbawa menjadi pelaksana. Tentunya ini merupakan rahmat yang patut disyukuri terutama bagi masyarakat di Desa Hijrah. Ia berharap Bukit Labaong sebagai spot take off akan melahirkan atlet paralayang dari Kabupaten Sumbawa.

berita TERKKINI