oleh

Joki Kecil Ramaikan Main Jaran Dalam Festival Moyo 2015

Sumbawa – Setelah berlangsung selama 3 hari dengan berbagai kegiatan menarik, seperti ‘Baguntung Rame’, pagelaran tari daerah, Pawai Budaya, Barapan Kebo, lomba balap sampan dan lomba memancing, di hari keempat Main Jaran juga turut memeriahkan Festival Moyo 2015. Sebanyak 200 ekor Kuda pacuan meramaikan Lomba Main Jaran Festival Moyo 2015 di Kecamatan Moyo Hulu, Senin (14/9/2015). Hadir dalam acara pembukaan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah yang mewakili Bupati Sumbawa, Ketua Pordasi Kab. Sumbawa, para kepala SKPD, serta perwakilan dari kecamatan di Kabupaten Sumbawa.
Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kab. Sumbawa DR. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa, pacuan kuda tradisional atau di Sumbawa dikenal dengan sebutan ‘Main Jaran’ merupakan budaya masyarakat Tana’ Samawa yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan menyesuaikan ketentuan perlombaan yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Organisasi Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) diharapkan secara bertahap pacuan kuda Kabupaten Sumbawa dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa. Dengan perlombaan ini tentunya akan memberikan dampak positif kepada para peternak kuda dalam merawat kudanya yang akan meningkatkan kualitas kuda-kuda Sumbawa. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan pelaksanaan Festival Moyo 2015 dan menggugah semangat para pencinta pacuan kuda tradisonal Sumbawa agar lebih mampu memberikan yang terbaik bagi generasi penerus pacuan kuda dimasa yang akan datang. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengapresiasikan keberadaan lomba main jaran ini, di satu sisi hal ini sangat mendatangkan keuntungan bagi para penikmat budaya tradisional Sumbawa, dan secara tidak langsung juga akan mengurangi stigma negatif terhadap budaya main jaran dimana penunggangnya adalah joki cilik yang menjadi keunikan pacuan kuda tradisional Sumbawa.

Dengan kehadiran berbagai pihak yang ikut serta dalam acara ini bisa dinilai sebagai respon baik dari masyarakat Sumbawa. Keberadaan kegiatan ini merupakan salah satu indikator kemajuan budaya tradisional Sumbawa yang sekian lama berhadapan dengan budaya modernisasi saat ini, kedepan hal semacam ini mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi daerah. Harapannya juga, dengan dilaksanakan acara pacuan ini hendaknya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan dan perkembangan ekonomi kerakyatan serta peningkatan kesejahtreraan masyarakat serta memberikan hiburan yang murah bagi segenap warga dan para pecinta main jaran di Sumbawa.

Dalam Laporannya Ketua Pordasi H. Mustami H. Hamzah Kab. Sumbawa Menyampaikan sangat mengapresiasi para peserta yang hadir pada lomba main Jaran ini yang walaupun yang mengikuti lomba ini sangat minim yakni hanya sekitar 200 peserta yang ikut yang hanya diikuti oleh Kabupaten yang ada di NTB tidak seperti tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kuda lokal yang mengikuti lomba karna kurangnya kejuaraan yang diperlombakan tingkat lokal. Semoga kedepannya lebih banyak lagi kuda – kuda lokal ikut berpartisipasi dalam kegiatan sejenis.

News Feed