oleh

Lang Bere, Kabupaten Sumbawa Barat yang Terisolir Listrik

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa—Sebagai kebutuhan dasar, listrik menjadi fasilitas dasar yang mutlak diberikan kepada masyarakat. Menjadi sesuatu yang ironis, apabila masih ada daerah yang belum merasakan fasilitas listrik yang menunjang kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah di Dusun Mekarsari (Lang Bere’), Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene. Meskipun hanya berjarak kurang lebih 3 KM dari pusat pemerintahan KSB (KTC), tapi sejak terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat, masyarakat di daerah tersebut belum mendapatkan jaringan listrik. Ketiadaan fasilitas listrik tersebut menyebabkan masyarakat yang menetap disitu sulit berkembang, termasuk di bidang ekonomi, pendidikan generasi muda, dan sebagainya.
Secara sosiologi politik, masyarakat yang sudah berdomisili puluhan tahun di Lang Bere’ ini rata-rata suku Sasak dan bermata pencaharian sebagai buruh tani. Masyarakatnya memiliki tingkat pendapatan dan pendidikan yang rendah. Menurut Ketua RT 09, daerah yang terisolir listrik ini, masyarakat di daerah tersebut menjadi sulit berkembang dan maju di bidang apapun. Faktanya, banyak anak putus sekolah, dengan pendidikan masyarakat paling tinggi adalah SMP. Hal ini diperparah dengan tidak adanya fasilitas listrik dan air bersih.
Melihat kondisi tersebut, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Brang Ene (IKP2MBE) berusaha menilik masalah ini dan menyuarakan aspirasi ke berbagai pihak. Berbagai usahapun dilakukan yaitu diskusi bersama rekan-rekan remaja masjid, mahasiswa, dan komunitas. “Dalam mengisi kegiatan tersebut, IKP2MBE bersama Komunitas Literasi Anorawi (KLA) telah berdiskusi dan mengajak nonton film masyarakat di Lang Bere’”, ujar Yudistira, Ketua IKP2MBE. Mereka cukup terhibur dengan dukungan berbagai pihak tersebut. Pada kelompok inilah, masyarakat menumpahkan keluhan bahwa tidak adanya jaringan listrik berdampak pada sulit melaksanakan kegiatan sehari-hari. Upaya yang sudah dilakukan oleh perangkat desa selama ini adalah aspirasi melalui desa, aspirasi melalui proposal, dan meminta bantuan ke berbagai pihak. Namun, hal itu belum menunjukkan hasil. Melalui forum IKP2MBE telah dilakukan diskusi bersama masyarakat, camat, kader remaja masjid, mahasiswa, dan komunitas. Mereka juga sudah bersurat terkait permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Bupati dan
Ketua DPRD.
Saat Progress Report Senin (10/08/2015) lalu, IKP2MBE sempat berbincang dengan Ketua DPRD Sumbawa Barat, Muhammad Nasir, ST, tentang keadaan di Lang Bere’. “Kami sudah mengajukan RDPU ke DPRD terkait hal ini”, lanjut Yudis. Ketua DPRD KSB menyambut baik hal ini, dan mengatakan akan segera menanggapi melalui RDPU.
Menurut Nasir, tidak boleh lagi ada daerah di KSB yang tidak terjangkau listrik dan air bersih. Selain itu, IKP2MBE juga sempat bersilaturrahmi dengan Bupati KSB pasca progress report di kediaman Kyai Zul.