oleh

Bupati Sumbawa Buka Kejuaraan Atletik Mayung Bulaeng 2015

Sumbawa, Kabar Sumbawa – Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik membuka secara resmi  kejuaraan Atletik Mayung Bulaeng 2015, Sabtu 8/8/2015 di GOR Cendrawasih. Sebanyak 500 atlit mengikuti Kejuaraan Atletik Mayung Bulaeng 2015. Mereka terdiri dari siswa SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA dan para guru olahraga.

Ketua Panitia, Supiati dalam laporannya mengatakan, event tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 70, di samping tolak ukur pembinaan atlit yang bernaung di bawah Club Mayung Bulaeng. Selain itu kejuaraan ini juga untuk menjaring atlit berprestasi. Menurut mantan atlit nasional ini, meskipun Club Atletik Mayung Bulaeng masih seumur jagung per 13 November 2013, namun atlit binaannya sudah banyak menoreh prestasi baik lokal, regional, maupun nasional. Salah satunya Dian Ekayanti—atlit binaan Mayung Bulaeng yang mengharumkan nama Sumbawa di kancah nasional. Dian yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Samawa (UNSA) ini menjadi yang tercepat pada lari 800 meter dan 1.500 M di ajang Porprov 2014, juara 2 lari 800 M dan 1.500 M pada Kejuaraan Nasional Invitasi Atletik antar kota se Indonesia di Denpasar Bali, Desember 2014, serta meraih medali emas Lari 800 M pada Kejuaraan Nasional di Jawa Timur Open 2015. Supiati berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan hingga ajang internasional serta terus lahirnya atlit-atlit berprestasi dari perut Tana Intan Bulaeng ini. Karenanya pemerintah dapat terus memberikan support terutama kelengkapan sarana dan prasarana.

Baca juga:  Salahi Izin Tinggal, Imigrasi dan Polisi Tangani WNA Asal Cina

Sementara itu Asisten Deputi Industri Olahraga Kemenpora RI, Drs Thobias Tubulaw dalam sambutannya menyebutkan, salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam rangka membangun dunia olahraga adalah dengan menggelontorkan dana untuk terselenggaranya event ini. “Pemerintah daerah khususnya Sumbawa tidak perlu mengalokasikan dana yang besar untuk kegiatan seperti ini, karena Provinsi NTB sebenarnya adalah yang pertama menjadi lumbungnya atletik sehingga 10 tahun belakangan ini NTB sudah mengambil alih masalah pengalokasian dana,” ucap Thobias.

Tahun ini ungkap Thobias, pihaknya mencoba menjalin kerjasama dengan Supiati yang sudah memiliki nama di tingkat nasional. Karena Ia menilai pencapaian prestasi di bidang atletik merupakan hasil pembinaan intensif yang dilakukan sejak usia dini seperti ini. “Pembinaan inilah yang diharapkan oleh pemerintah melalui Kemenpora,” tandasnya, seraya berharap Kejuaraan Atletik Mayung Bulaeng ini dijadikan event tetap dan Kemenpora akan terus memberikan dukungannya.

Baca juga:  Tradisi Halal-Bihalal Perlu Dilestarikan Dan Dibudayakan

Komentar