oleh

Kekeringan di Sumbawa Meluas, Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

Sumbawa, Kabar Sumbawa — Fenomena alam el nino yang melanda kawasan Indonesia bagian timur berdampak secara langsung terhadap lahan pertanian yang ada Kabupaten Sumbawa. Ratusan hektar lahan pertanian di Sumbawa gagal panen. Kondisi tersebut disebabkan oleh minimnya pasokan air irigasi ke sawah-sawah petani karena sumber air banyak yang mengalami kekeringan.

“Kami baru tanam 3 minggu yang lalu. Biasanya airnya tersedia, kini padinya sudah kering karena tidak ada air,” ungkap Arifin petani Desa Pungkit, Kecamatan Lopok.

iklan

Pada tahun-tahun sebelumnya lahan pertanian di tempatnya, minimal mendapatkan dua kali musim tanam. Tapi kini kondisinya berubah, lahan pertanian malah mongering. paparnya.

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa hingga, Jum’at (07/08/2015), di Kecamatan Plampang, dari 119 hektar luas keseluruhan lahan pertanian warga,  1 hektar mengalami rusak sedang, 11 hektar mengalami rusak berat dan 20 hektar sudah mengalami puso. Ir. Talifuddin Msi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa

Baca juga:  Geliat Bank Sampah Desa Juru Mapin Di Tengah Pandemi

Di Kecamatan Maronge, sebanyak 15 hektar lahan pertanian milik warga mengalami rusak ringan, kategori rusak sedang mencapai 51 hektar, rusak berat mencapai 37 hektar dan yang sudah mengalami puso sebanyak lima hektar. Total lahan yang rusak mencapai 108 hektar dari total keseluruhan 140 hektar. Ancaman puso juga terjadi di Kecamatan ini, jika lahan pertanian yang rusak tidak mendapatkan air.

Di Moyo Utara, 60 hektar dari 185 hektar total keseluruhan lahan pertanian mengalami puso. Kecamatan Buer, dari 50 hektar luas lahan pertanian, sebanyak 7 hektar mengalami rusak berat dan lima hektar lahan pertanian sudah mengalami puso. Di Kecamatan Utan, 13 hektar dari total 162 hektar lahan pertanian mengalami rusak berat. Dari 207 hektar keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Moyo Hilir, 90 hektar mengalami rusak ringan. Puso juga menjadi ancaman, apabila semua lahan pertanian yang rusak tidak mendapatkan air dengan segera

Dinas pertanian Kabupaten Sumbawa mencatat ratusan hektar padi gagal panen. Diantaranya ada yang rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat hingga mengalam puso. Lahan yang rusak ringan dan sedang juga terancam puso jika dalam waktu dekat tidak mendapatkan air.

Baca juga:  Barapan Kebo Turut Meriahkan Festival Moyo 2015

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, talifuddin mengkonfirmasi musim kering tahun ini berbeda dengan musim kering tahun lalu.  Dampak kekeringan ini membuat sumber air tanah ikut mongering.

“Bagi daerah tertentu yang memiliki sumber air, Dinas Pertanian akan memberikan bantuan mesin sesuai janji Menteri Pertanian. Dan akan menurunkan program cek dam, jaringan irigasi dan bendungan kecil,” ujar Talifuddin.