oleh

Tradisi Warga Pulau Medang, Mudik Gunakan Perahu Motor

Mudik Gunakan Perahu Motor
Desa di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas, perahu motor adalah satu-satunya alat transportasi utama untuk menuju pusat Kecamatan dan kembali ke Pulau tersebut

Sumbawa Besar—Mudik lebaran sudah menjadi tradisi di tengah-tengah masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Sumbawa. Jika masyarakat umum menggunakan kendaraan darat, udara dan laut seperti Kapal Roro atau feri, masyarakat sumbawa yang bermukim di Pulau Medang masih memanfaatkan perahu motor untuk mudik ke kampung halaman.

Bagi masyarakat di dua Desa di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas, perahu motor adalah satu-satunya alat transportasi utama untuk menuju pusat Kecamatan dan kembali ke Pulau tersebut. Sehingga tidak ada transportasi lain yang bisa diandalkan sebagai sarana mudik pulang kampung ke Pulau Medang yang berada di utara Pulau Sumbawa atau barat laut Pulau Moyo.

Daeng Subur, salah seorang masyarakat di Pulau Medang, mengatakan, sejak h-7 lebaran hingga h-3 lebaran, ia bersama keluarga memanfaatkan waktu tersebut untuk berbelanja kebutuhan selama lebaran. Lalu mereka bersama anggota keluarga yang menetap di Sumbawa Besar untuk bersekolah kembali pulang mudik lebaran ke Pulau Medang menggunakan perahu motor.

Baca juga:  Teluk Saleh Rawan Pengeboman Dan Potasium

Pelayaran menuju Pulau Medang membutuhkan dua jam perjalanan dengan kondisi perairan yang cukup teduh. Jika musim hujan pelayaran akan memakan waktu hingga 3 jam lebih.

“Kalau cuacanya bagus seperti sekarang, ya paling 2 jam perjalanan. Kalau musim hujan bisa 3 jam lebih karena ombaknya tinggi,” ujar Daeng Subur yang diemui, Minggu (12/07/2015) ketika hendak mudik.

Setiap penumpang cukup membayar ongkos penyeberangan sebesar 30 ribu rupiah. Kalau memiliki banyak barang bawaan maka ongkos penyeberangan akan dihitung ulang ditambah beban barang penumpang. Tidak hanya manusia yang bisa diangkut menggunakan perahu motor,  sepeda motor pun bisa diangkut menggunakan perahu motor tersebut dengan biaya hingga 50 ribu rupiah per unitnya. (KN)

Baca juga:  “Kasus Penusukan Siswa”, Diknas Serahkan Pada Pihak Berwajib

iklan bkbpp

News Feed