oleh

Polisi Periksa Dua Anggota Fraksi PDIP DPRD Sumbawa

ANGGOTA-DEWAN-DIPERIKSA-PENYIDIK-TIPIKOR-2Sumbawa Besar—Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sumbawa, Kamis (18/06/2015), melakukan pemeriksaan terhadap dua orang anggota Fraksi PDIP DPRD Sumbawa, Nyoman Wisma dan Junaidi. Keduanya diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) ke DPRD Bali dalam rangka kunjungan kerja.

Kedua orang tersebut diperiksa oleh dua orang penyidik yang berbeda. Berkaitan dengan sejauh mana keduanya mengetahui ihwal perjalanan dinas tersebut.

iklan kampanye

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Tri Prasetiyo, mengkonfirmasi pemeriksaan keduanya berkaitan dengan konsultasi ke DPRD Bali yang diikuti oleh Fraksi PDIP DPRD Sumbawa.

“Enam orang yang diperiksa. Hari Sabtu kami akan memeriksa Ketua Fraksinya dan hari Senin kami akan periksa Ketua DPRDnya,” jelas Kasat Reskrim.

Baca juga:  Komisi II DPRD Sumbawa Optimis Deviden PT DMB Dapat Direbut

Ketua DPRD Sumbawa sekaligus penasehat Fraksi PDIP, Lalu Budi Suryata, menegaskan bahwa seluruh proses telah pihaknya jalankan sesuai ketentuan. Dalam perjalanan tugas tersebut ada agenda partai yang sangat padat dan tidak memungkinkan untuk berkonsultasi ke DPRD Bali sesuai agenda yang ada. Maka diperintahkan kepada pendamping untuk meminta kepada seluruh anggota Fraksi untuk mengembalikan dana SPPD tersebut dilaksanakan sepulang dari Bali.

“Saya berharap proses ini dapat berjalan sesuai koridor hukum yang jelas dan tidak dibawa kemana-mana atau dipolitisir apalagi saat ini Kabupaten Sumbawa tengah mempersiapkan agenda nasional yakni Pilkada serentak,” kata Budi.

Baca juga:  Pesan KPK, Jangan Korupsi Dana Bansos

Ia menambahkan, agenda nasional tersebut menjadi kewajiban bersama untuk menyukseskannya. Di mana kondusifitas daerah adalah syarat utamanya. Oleh karenanya pihaknya mengimbau marilah di bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan ini kita semua menjaga keamanan dan ketenangan dalam beribadah.

“Dan kami berharap proses ini tidak dijadikan konsumsi politik yang akan menyesatkan,” terangnya. (KN)

iklan debat