oleh

Brangkas DPRD Dibobol, 65 Juta Digondol Maling

Brangkas DPRD Sumbawa yang di rusak pencuri
Brangkas DPRD Sumbawa yang di rusak pencuri

Sumbawa—Brangkas uang yang tersimpan di ruang Kasubag Keuangan DPRD Sumbawa dibobol maling. Pelaku membawa uang senilai total sekitar Rp 65 juta berikut satu unit laptop yang berisi data keuangan DPRD Sumbawa. Kejadian ini baru diketahui pada Senin (08/06/2015) sekitar pukul 06.00 wita oleh petugas kebersihan yang hendak membersihkan ruangan kerja di Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Sumbawa.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa. Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti di TKP yang berada di ruang kerja Kabag Keuangan Sekretariat DPRD, Silviana.

iklan kampanye

Diduga pelaku masuk melalui jendela belakang ruangan Bagian Keuangan. Karena masih menempel bekas telapak tangan pelaku di jendela kaca dan debu bekas telapak kaki di meja ruang kerja Bagian Keuangan. Pelaku kemudian mencongkel pintu ruang kasubag keuangan dan masuk untuk mengobrak-abrik isi ruangan serta membobol brangkas. Pelaku juga menggondol laptop berisi data-data keuangan DPRD Sumbawa.

Silviana mengungkapkan, atas kejadian tersebut kerugian berupa fisik keuangan senilai Rp 65 juta. Dengan rincian, brangkas kecil Rp 15 juta, brangkas besar Rp 50 juta 600 ribu. Uang tersebut terdiri dari sisa gaji anggota DPRD senilai RP 25 juta diantaranya Syamsul Fikri, Ida Rahayu, H. Rakhman dan 8 orang anggota DPRD lainnya. Ada pula uang IISWARA senilai Rp 18 juta, titipan partai senilai Rp 5 juta, dan kas bendaraha senilai Rp 2 juta.

Baca juga:  Puluhan Perahu Mengarak Peserta Festival Ziarah Tambora-Gili Tapan

“Kerugian fisik barang berupa Laptop yang berisi Simpda dan data-data keuangan,” terang Nana sapaannya.

Kejadian ini cukup meresahkan Sekretariat DPRD Sumbawa, bahkan Komisi I DPRD memanggil Sekwan dan jajarannya untuk menjelaskan situasi tersebut.

“Apapun bentuk dan modus, apakah ada kerja sama dengan orang dalam, nanti penyidik yang mengungkapnya. Ini sejarah di DPRD Sumawa. Tragis betul, yang jelas tidak ada yang bisa disalahkan terkait dengan kasus ini. Yang terpenting sekarang ini adalah kalkulasi kebutuhan orang yang bekerja terutama untuk pengamanan,” terang Syamsul Fikri.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumbawa, H. A Rahkman atau Haji Meng, menilai bahwa kejadian ini merupakan tanggungjawab bersama. Ia berharap kejadian ini agar tidak terulang kembali.

Baca juga:  Tiga Tersangka Kasus Bank NTB Ditetapkan Jadi Tahanan Kota

“Oleh karena itu Komisi I sebagai leadig sektor, harus mengantisipasi hari ini terutama terkait dengan anggaran keamanan,” kata Haji Meng.

Sekwan, A Gani Nasby, mengaku bahwa kejadian tersebut tidak diketahui secara pasti. Karena di paginya saat masuk ruangan, dalam kondisi sudah terbongkar. Sehingga langsung dilaporkan kepada polisi.

“Sudah dipanggil penjaga malam yang pertama membuka pintu untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Sekwan mengatakan bahwa direncanakan aka nada penjaga malam dari unsur Pamdal atau pengamanan di dalam DPRD. Mereka akan dibagi tugas dan diatur jadwalnya. Selain itu, Sekretariat DPRD Sumbawa juga akan dipasangi CCTV.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Try Prasetyo, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan pembobolan brangkas DPRD Sumbawa. Anggota Sat Reskrim telah melakukan olah TKP.

“Semoga dari hasil penyelidikan dan olah TKP ini dapat diketahui siapa pelaku pembobolan brangkas tersebut,” ujarnya. (KN)

 

iklan debat