oleh

Duta KAT, Pedangdut Ratna Listi Sambangi KAT Arung Santek

RATNA LISTI
Duta Komunitas Adat Terpencil

Sumbawa—Menjabat sebagai duta Komunitas Adat Terpencil (KAT) pedangdut cantik, Ratna Listi, menyempatkan diri untuk menyambangi KAT Arung Santek di Desa Labuhan Aji, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Propinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, hari ini, Kamis (30/04/2015).

Ditemui di sela-sela kesibukannya, di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (29/04/2015), Ratna Listi, menyampaikan bahwa bersama pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga di KAT Arung Santek yang merupakan suku Mbojo atau Bima.

iklan kampanye

Ia sebagai Duta KAT bertugas menyampaikan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya bahwa masih ada saudara kita yang dikategorikan sebagai komunitas adat terpencil.

Baca juga:  Kabupaten Sumbawa Usulakan 200 Formasi P3K

“Mereka diberdayakan oleh pemerintah. Tujuannya, maka angka KAT akan menurun,” ujar wanita cantik tersebut.

Selain bertugas menyampaikan misinya sebagai Duta KAT, Ratna Listi juga untuk mensosialiasikan bantuan Kementerian Sosial kepada masyarakat KAT. Karena selama ini masyarakat KAT kadang berprilaku tertutup. Sedangkan Ratna sebagai Duta KAT dan kebetulan sebagai artis, bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Karena biasanya masyarakat di KAT Arung Santek jarang berbahasa Indonesia tapi bahasa Bima.

Dengan statusnya sebagai Duta KAT, maka bisa mengajak masyarakat untuk bernyanyi. Ketika masyarakat merasa nyaman dengan bernyanyi di situlah peran Ratna Lasti untuk menyampaikan bahan sosialisasi program Kementerian Sosial di hadapan masyarakat KAT Arung Santek.

Kasubid Penggalian dan Pengembangan Potensi Direktorat Pengembangan Komunitas Terpencil, Kementerian Sosial, Ani Iriani Friani, mengatakan, bahwa pihaknya juga akan menggali potensi yang ada di KAT Arung Santek. Misalnya ada potensi untuk pengembangan tanaman rumput laut maka pihaknya akan memberikan bantuan untuk pengembangannya.

Baca juga:  Petani Sumbawa Terancam Gagal Panen, Ini Tanggapan Ketua Komisi II

Ia menjelaskan bahwa kategori masyarakat KAT dibagi menjadi tiga kategori, pertama ada yang nomaden atau berpindah-pindah tapi tidak full nomaden. Yang kedua relative menetap dan ketiga sudah menetap.

“Di Sumbawa memang kebanyakan kategori dua dan tiga. Pemberdayaannya pun dilakukan satu tahun saja,” ujarnya.

Yang akan diberikan kepada KAT Arung Santek sambungnya, akan diberikan program lain atau Kementerian terkait sebagai program purna bina yang sudah setahun dilakukan pembinaan. (KN)