oleh

Mahasiswa UTS Raih Juara di ajang NMEC 2014

kabarsumbawa.co – Mahasiswa Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) terus bersaing untuk mengoleksi prestasi. Hampir tak memiliki limit waktu, para elang muda—julukan mahasiswa universitas di kaki Bukit Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu ini, menambah perbendaharaan penghargaan bergengsi yang sebagian besar berada di level nasional.

Kini, kembali mahasiswa UTS lainnya mendulang prestasi nasional di ajang National Maritime Essai Competition (NMEC) 2014 yang digelar di Surabaya, 25-27 April 2014. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Perkapalan Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (Himasiskal ITS) Surabaya ini, UTS yang diwakili Fahmi Dwilaksono, berhasil meraih juara 3 setelah menyisihkan finalis lainnya dalam babak presentasi yang diselenggarakan di Gedung Program Studi Sistem Perkapalan ITS, Sabtu (26/4) lalu.UTS Mahasiswa 1

iklan kampanye

National Maritime Essai Competition salah satu dari rangkaian Kompetisi Marine Icon 2014 yang pada tahun ini merupakan kompetisi esai pertama untuk kategori mahasiswa, bertemakan “Eksistensi dan Potensi Kemaritiman Indonesia di Era ASEAN Economic Community 2015”. Esai Fahmi yang berjudul “Pengolahan Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan Indonesia” terpilih sebagai 10 besar terbaik setelah menyisihkan puluhan peserta lainnya dan berhak mengikuti babak presentasi di Surabaya.UTS mahasiswa 2

Pada babak final di Surabaya, mahasiswa semester 2 program studi Bioteknologi itu harus berjuang menghadapi mahasiswa dari berbagai kampus terbaik di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. “Awalnya sempat grogi juga menghadapi mahasiswa dari berbagai universitas terbaik di Indonesia, apalagi semuanya dari PTN terkemuka. Karena itulah saya mempersiapkan diri sebaik-baiknya, serta sudah berkenalan terlebih dahulu dengan mereka di Facebook, jadi ketika bertemu tidak merasa kikuk lagi,” ujar Fahmi saat ditemui di gedung rektorat UTS.
Dosen UTS

Baca juga:  SMA Negeri 3 Sumbawa Sekolah Pertama Terapkan Sistem Literasi Di Pulau Sumbawa

Dosen UTS

Dalam presentasinya, Fahmi memaparkan potensi rumput laut untuk dikembangkan menjadi energi alternatif untuk mengatasi pasokan bahan bakar fosil yang semakin menipis. Presentasi tersebut memukau para juri dan finalis lainnya.

Pada Closing Party, nama Fahmi keluar sebagai juara 3. Atas pretasinya itu, ia berhak membawa pulang piala, sertifikat, dan uang senilai Rp 1.000.000. Dia mengaku tidak menyangka bisa membawa gelar juara ke Sumbawa. “Sama sekali tidak menyangka, karena finalis lainnya juga bagus-bagus. Alhamdulillah bisa memberikan prestasi terbaik di sana,” ujarnya senang.

Juara pertama diraih oleh Juli Purnomo, mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, sedangkan juara kedua diraih Muhammad Adhe Putra dari Institut Pertanian Bogor (IPB). “Penampilang mereka memang sangat bagus, jam terbangnya sudah lebih banyak dari saya. Saya sempat mencari-cari informasi tentang kompetitor saya sebelum berangkat ke Surabaya, dan mereka memang yang paling berat. Saya banyak belajar dari mereka dalam menghadapi kompetisi seperti ini,” komentar Fahmi tentang kedua lawannya.

Dari kompetisi yang diikutinya, Fahmi menyadari bahwa kualitas pelajar Sumbawa tidak kalah dengan pelajar daerah lainnya. “Ternyata setelah sampai di sana, saya merasakan sendiri bahwa mahasiswa Sumbawa juga tidak kalah kualitasnya dengan mahasiswa di kota-kota besar. Semoga ini menjadi motivasi bagi pelajar-pelajar di Sumbawa supaya tidak minder ketika berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga:  Angkatan Ke-X, Akper Samawa Mewisuda 45 Mahasiswa

Selama berkompetisi di Surabaya, Fahmi menemukan teman-teman baru yang luar biasa, baik dari sesama finalis maupun dari pihak panitia. “Senang sekali bisa berkompetisi di Surabaya. Saya bertemu dengan teman-teman yang sangat menyenangkan. Saat di sana, saya tidak merasakan suasana persaingan yang ketat. Justru sebaliknya, kita saling mendukung dan menyemangati saat teman yang lain sedang presentasi. Kami saling bertukar cerita, foto-foto, dan banyak bercandanya. Rekan-rekan panitia juga sangat mendukung kami. Saya berharap di kompetisi selanjutnya ada mahasiswa UTS lagi yang berkompetisi di sana. Semoga prestasi saya bisa memotivasi teman-teman yang lain untuk semakin berprestasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, Fahmi Dwilaksono lahir di Sumbawa, 19 April 1995. Artinya beberapa hari yang lalu, putra M Ali Isnaini yang tinggal di Gang Tambora, Jalan Kebayan, RT 04 RW 07 Kelurahan Brang Biji ini baru saja berulang tahun yang ke-19.

Alumni SMA Negeri 1 Sumbawa yang tercatat sebagai mahasiswa UTS terbaik dengan IPK 4,00 ini, akan magang ke National Institute of Material Science Sukuba, Jepang, dan dinobatkan menjadi  anggota tetap International Genetically Engineering Machine (IGEM) Sumbawa,  yang nantinya akan mengikuti kompetisi IGEM ke-10 di MIT Boston, USA. (*)