oleh

SMK Al Kahfi Diresmikan Kemendikbud

kabarsumbawa.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) melalui Dirjen Pembinaan Sekolah Kejuruan, meresmikan SMK berbasis pesantren “Al Kahfi” yang ditandai dengan peletakan batu pertama, Rabu (26/3) sore.

Pembangunan SMK yang terletak di sudut perbukitan antara Pernek, Batu Alang dan Leseng wilayah Kecamatan Moyo Hulu atau sekitar 3 kilometer dari Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) tersebut, akan dibantu oleh direktorat berupa ruang kelas baru. SMK yang dibangun atas ide Dr H Zulkieflimansyah M.Sc ini sebagai upaya menciptakan lulusan yang islami dan memiliki pengetahuan serta keahlian.al kahfi 1

iklan

Dirjen Pembinaan Sekolah Kejuruan Kemendikbud, Drs Mustaghfirin Amin, M.BA menyatakan, ide Doktor Zul mendirikan SMK berbasis pesantren ini harus diapresiasi. Sekolah yang nantinya mengedepankan aspek agama dan keimanan, pengetahuan dan keterampilan ini dikelola menjadi sebuah ilmu dalam menciptakan insan kamil. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UTS dan jajaran Diknas Sumbawa yang telah memberikan izin dibukanya SMK berbasis pesantren ini. “Kami sangat mendukung dan mendorong adanya partisipasi masyarakat dalam pendidikan sekolah berbasis pesantren seperti ini. Sebab sampai 2020 mendatang, bangsa ini harus bergegas mencerdaskan masyarakatnya. Mengingat sampai saat ini ada sekitar 1,1 Juta lulusan SMP/MTS yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Jangankan 1,1 juta, satu anak saja tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang ke lebih tinggi, akan menjadi problem tersendiri,” cetusnya.al kahfi 2

Baca juga:  Dikbud Sumbawa Bakal Evaluasi Kegiatan Belajar di Rumah

Ia menganjutkan kepada anak yang sekolahnya terganggu atau putus sekolah untuk melanjutkannya ke SMK Al Kahfi, karena tidak hanya pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga kecerdasan dan ahlakul karimah. “Kami dengan penuh kebanggaan memberikan bantuan unit sekolah baru bagi SMK Al Kahfi senilai 1,7 miliar,” ucapnya.

Dirjen ini mengaku pihaknya memiliki banyak bantuan, dan biasanya setiap tahun mendapatkan bantuan Direktorat Pembinaan SMK. Tidak hamya untuk satu SMK, tetapi semua SMK baik negeri maupun swasta yang memenuhi syarat. “Kepada pengelola kami minta tetap istiqomah, dan kepada orang tua jika anaknya ingin sekolah di SMK yang komplit, sekolah lah di Al Kahfi,” tandasnya.

Sementara Kadis Diknas Sumbawa, Sudirman S.Pd, juga memberikan apresiasi atas keberadaan SMK berbasis pesantren. Namun ia berharap dukungan Dirjen kepada SMK Al Kahfi juga dilakukan terhadap SMK lainnya di Kabupaten Sumbawa.

Di tempat yang sama, Kepala SMK Al Kahfi, Jufri Usman S.Pdi, berharap SMK ini nantinya dapat menghasilkan lulusan yang islami dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni. “Semoga dari SMK ini akan lahir generasi emas di masa mendatang,” ucapnya.al kahfi 3

Demikian dengan Menteri PDT, Helmi Faizal Zaini dalam kesempatan itu menilai model pendidikan umum saat ini, belum paripurpa dalam konteks membentuk karakter dan peradaban sosial bagi masyarakat.

Ia mengakui ada banyak ruang kosong yang jika tidak diisi akan terjadi destruksi atau anarki sosial.

Baca juga:  Dikbud Target Kelulusan SMP Seratus Persen

Kehadiran SMK Al Kahfi dengan model pendidikan berbasis keagamaan, mampu mengisi ruang kosong tersebut. Bahkan ada tiga hal sekaligus yaitu membentuk masyarakat intelektual, masyarakat sosial dan masyarakat spiritual melandasi.

Inisiator SMK Al Kahfi, Doktor Zulkieflimansyah menyatakan, ide membangun SMK tersebut juga datang dari Dirjen dan baru dikongkritkan saat ini.

Ia mengatakan, jika SMK Al Kahfi mampu melahirkan lulusan yang berbahasa asing, maka mampu mencegah ibu atau saudara perempuannya menjadi TKW. Sebab dengan kemampuan bahasa asing saja, orang bisa mendapatkan pekerjaan. Jika ada keahlian seperti mesin, elektronik ataupun keahlian membuat web design, itu hanyalah bonus. Tanpa keahlian itu juga, minimal yang bersekolah di SMK Al Kahfi menjadi orang yang baik. Tentu dalam jumlah cukup besar sekitar 300 atau 400 siswa setiap tahunnya Al Kahfi menghasilkan orang baik, betapa besar pahalanya. “Semoga ini satu hal kecil yang bisa kita persembahkan untuk memuliakan manusia,” ucapnya.