oleh

Lukman Malanuang: Caleg DPR-RI Incumbent Asal Sumbawa Tidak Amanah

Sumbawa, KABARSUMBAWA.COM—Dr. H. Lukman Malanuang, dalam sebuah diskusi dengan wartawan lokal Sumbawa, belum lama ini, menilai bahwa masih ada calon legislatif incumbent untuk DPR-RI, Dapil NTB, asal Sumbawa yang tidak menyampaikan aspirasi dan amanahnya terhadap masyarakat Sumbawa. Ia pun meragukan rekam jejak incumbent dimaksud, apakah yang bersangkutan sudah melaksanakan mandat masyarakat atau tidak.

Pernyataan Lukman cukup beralasan, incumbent yang ia maksudkan, selama ini kerap kali tampil di layar kaca televisi. Itupun tidak mencerminkan perjuangannya dalam menyampaikan aspirasi masyarakat yang dia wakili. Padahal di parlemen, tugasnya sederhana hanya untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, kemudian menyampaikan hasil perjuangannya ke masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban melalui agenda reses, program aspirasi dan dana aspirasi.

iklan

Tidak hanya itu, incumbent dimaksud pun dianggap tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat Samawa (Sumbawa dan Sumbawa Barat) yang notabene dominan petani. Dimana persoalan petani sangat mendasar, misalnya pupuk dan bibit yang susah didapatkan petani. Insfrastruktur transportasi yang  buruk di pedesaan.

“Ada 9 orang incumbent DPR-RI Dapil NTB. Dari Samawa malah sudah dua periode dan akan masuk periode ketiga. Tapi belum ada kontribusi nyatanya untuk masyarakat Samawa,” sindir Lukman Malanuang.

Ironisnya papar Lukman, Dr. Zulkieflimansyah, yang anggota DPR-RI Dapil Banten dan berasal dari Sumbawa justeru memperjuangkan Sumbawa dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat. Namun incumbent asal partai yang berlambang bulan sabit dan beringin di kedua sisinya itu, baru turun ke masyarakat ketika musim pemilu menjelang dan memasang baliho di pohon-pohon dari ujung Sumbawa Barat sampai ujung timur Pulau Sumbawa. Itupun menyalahi ketentuan yang diatur dalam kampanye.

Baca juga:  Cegah Peredaran Gelap Narkoba, BNN Sumbawa Sosialisaikan Inpres No.6

Untuk itu, ia mendesak agar KPU dan Panwaslu agar menindak tegas baliho yang dimaksud sesuai aturan. Sangat disayangkan, caleg incumbent di Komisi hukum DPR-RI tidak taat aturan hukum. Ia pun menuding bahwa incumbent itu tidak peduli dengan masyarakat NTB dan Sumbawa.

“Yang kita inginkan, wakil Sumbawa seperti Dr. Zulkieflimansyah. Tidak sekedar berdebat dengan cara yang tidak beretika di media massa,” sentilnya kembali.

Lukman yang kini nyaleg melalui Partai Demokrat untuk DPR-RI, mengungkapkan bahwa anggota DPR-RI harus melaporkan ke masyarakat yang dia wakili di setiap kali reses. Wakil rakyat tersebut harus menyampaikannya kepada masyarakat karena sudah menjadi amanat dan sebagai pertanggungjawaban moral dan politik kepada masyarakat. Mestinya incumbent tersebut aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Hal ini ia ungkapkan karena sehari-hari bekerja sebagai staf ahli di Komisi VII DPR-RI dan mengetahui rekam jejak incumbent tersebut di parlemen.

Baca juga:  Dishubkominfo Usulkan Pembangunan Sarana Telekomunikasi Di Wilayah Terpencil

Selain hal itu, Lukman pun mengemukakan bahwa adanya hak masyarakat untuk mendapatkan dana aspirasi yang harus disalurkan anggota dewan yang mereka pilih. Bentuknya bermacam-macam, dengan nilai Rp 105 juta dalam setiap kali reses (6 kali reses) atau Rp 630 juta untuk DPR-RI.

“Sebenarnya ada dana reses yang bukan hak anggota dewan, tapi hak masyarakat. Kalau dana reses dimanfaatkan untuk membeli rumah atau keperluan lain, maka telah terjadi korupsi yang sesungguhnya. Ada juga dana aspirasi dan program aspirasi. Tapi saya kira masyarakat yang diwakili tidak mendapatkan hak-haknya selama ini. Bila saya terpilih oleh masyarakat Samawa, saya akan menyalurkan dana aspirasi, reses dan program aspirasi,” beber Lukman Malanuang.

Di samping itu, ia juga berjani akan berinovasi, mengidentifikasi potensi ekonomi di masyarakat, membentuk badan hukum koperasi pertanian dan perkinanan yang berkelanjutan serta riil. Mengenai persoalan infrastruktur akan membicarakannya dengan komisi yang menangani urusan itu. (kkk)