oleh

Tanjung Bila Kesulitan Air Bersih, Akses Jalan pun Rusak

Sumbawa, kabarsumbawa—Beberapa Desa di Kecamatan Lape, masih tergolong sebagai Desa terpencil. Dusun Tanjung Bila, Desa Labuhan Kuris misalnya. Permukiman yang berada di ujung barat Labuhan Kuris tersebut belum mendapat perhatian dari Pemda Sumbawa. Tidak banyak program pembangunan yang dikucurkan pemerintah.

Buktinya, akses jalan sepanjang 4,1 Km menuju Tanjung Bila sama sekali tidak mendapat sentuhan. Baik berupa pengerasan maupun pengaspalan. Apalagi di musim hujan, masyarakat yang hendak ke Tanjung Bila atau sebaliknya sangat sulit melalui jalan yang ada. Jalan berlubang dan becek menjadi penghambat mobilitas masyarakat.

Di satu sisi, potensi hasil laut yang diperoleh masyarakat Tanjung Bila yang berprofesi sebagai nelayan selama ini mampu menopang kebutuhan masyarakat di Kecamatan Lape. Tapi untuk memasarkan hasil tangkapan mereka sejauh ini belum maksimal.

Jika melihat pola permukiman di Tanjung Bila, umumnya masyarakat memilih menghuni rumah panggung. Selain berada di bibir pantai, rumah panggung juga menjawab masalah gelombang pasang yang kerap menjadi momok yang menakutkan di musim hujan atau lazim disebut masyarakat setempat sebagai musim angin barat.

Baca juga:  TAGANA Bedah Rumah Nelayan Miskin di Desa Rhee

Kebutuhan dasar lainnya yang tidak kalah penting bagi masyarakat di Tanjung Bila adalah keberadaan air bersih. Meski listrik PLN sudah tersedia sejak 2013 lalu, tapi persoalan air bersih belum terjawab. Masyarakat harus rela berjalan kaki sejauh 2 Km menuju sumber air bersih yang berada di kaki bukit Olat (Gunung) Maja. Mau tidak mau, itulah pilihan yang harus diambil lantaran pentingnya kebutuhan akan air bersih, baik untuk memasak, makan dan minum maupun keperluan mencuci, mandi dan sebagainya (MCK, red).

Melihat kondisi tersebut, salah seorang anggota DPRD Sumbawa Fraksi PKS, Salamuddin Maula, yang secara langsung melihat kesulitan yang dialami masyarakat setempat, Kamis (06/03/2014), mengaku bahwa dalam masa resesnya kali ini akan membantu pengadaan sarana air bersih melalui sumur bor. Sumur bor tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial keluarga besar Maula yang saat ini bernaung di bawah CV. Pesona yang mengelola bisnis jual beli gabah dan pupuk.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 5.2 Guncang Dompu

Menurutnya, kebutuhan air bersih bagi masyaraka Tanjung Bila sangat penting untuk segera direalisasikan. Jika harus menunggu program dari pemerintah, maka masyarakat semakin tidak merasakan manfaat dari program pemerintah.

“Masyarakat Tanjung Bila memang membutuhkan sumur bor, bedah rumah dan perbaikan jalan. Agar mereka tidak merasakan lagi kondisi yang seperti ini,” pungkas Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbawa tersebut. (kkk)

Komentar