by

KPU Bersama Polisi Buka Surat Suara Pileg

logistik pemilu KPUSumbawa,— KPUD Sumbawa secara resmi membuka surat suara pileg. Pembukaan surat suara tersebut dilakukan oleh komisioner divisi logistik KPUD Sumbawa, Nur Kholis bersama Kabag Ops Polres Sumbawa, M. Simatupang di ruang penyimpangan logistik KPUD Sumbawa, Selasa (25/02/2014).Pembukaan ini juga disaksikan oleh sejumlah wakil partai politik peserta pemilu, panwaslu dan wartawan yang melakukan peliputan.

Tercatat sebanyak 335 coly atau dus surat suara DPR RI dan sebanyak 421 coly surat suara DPD RI, dengan total keseluruhan 344.819 lembar termasuk cadangan 2 persen surat suara.

Komisioner Divisi Logistik KPUD Sumbawa, Nur Kholis, menyampaikan bahwa tujuan menyelenggarakan kegiatan ini untuk melibatkan semua pihak dalam mengawal proses pemilu. Upaya mentransparansikan proses pemilu dimulai sejak pemindahan surat suara pada Sabtu (22/02/2014) pukul 7 pagi disaksikan oleh panwaslu, kepolisian dan pers yang meliput.

Baca juga:  Masih Ada Kasus Pasung di Sumbawa

Secara khusus ia menyinggung bahwa surat suara untuk DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten belum dipastikan waktu tibanya di Sumbawa. Selain  bergantung dengan jadwal ekspedisi juga karena percetakannya berlangsung di luar NTB.

“Kami belum menerima jadwal pengiriman surat suara untuk DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten, karena tergantung juga dengan jadwal ekspedisi. Surat suara dicetak di Bali,” jelas Kholis.

Selanjutnya, surat suara tersebut akan disortir dengan melibatkan relawan yang dipercaya bisa menyelesaikannya. Pihaknya memastikan bahwa relawan yang melipat surat suara adalah mereka yang tidak menjadi anggota partai politik. Dalam hal ini pihaknya sangat ketat dan selektif untuk menerima relawan pelipat atau penyortir surat suara. Itu semua untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Ground Breaking Pembangunan 8 Gudang Logistik PMI Se Indonesia Dipusatkan di NTB

Jika pun nanti katanya, harus bekerja selalma 24 jam maka KPUD akan menerepakan sistem ganti pagi dan malam hari. Untuk itu pihaknya meminta bantuan kepolisian mengawasi proses penyortiran dan pelipatan kertas surat suara. (*)