oleh

Maraknya Kasus Kriminal Disikapi Normatif

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com–Kepolisian Resort Sumbawa sejak akhir 2013 hingga awal 2014 kebanjiran kasus kriminal. Mulai dari kasus pencurian kendaraan bermotor yang menempati urutan teratas, pencurian dengan kekerasan, peredaran narkoba, pencurian ternak hingga pembunuhan.

Khususnya pembunuhan tercatat tiga kasus besar, pembunuhan gadis di dalam karung di Labuhan Badas, pembunuhan di Kebayan Kelurahan Brang Biji Sumbawa dan terakhir penganiayaan hingga tewas di Desa Lekong Alas Barat.

Terkait pencurian kendaraan bermotor, memang Polres telah mengungkap sejumlah kasus yang melibatkan para residivis yang diantaranya telah ditahan. Kemudian Polres juga berhasil menangkap para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Bahkan di awal tahun berkahir membekuk pembunuh Nurul Hakiki, di mana pelaku sengaja mengarung dan membuang mayatnya ke bawah kolong jembatan Karang Dima-Labuhan Sumbawa akhir 2013 lalu. Begitu juga dengan pembunuhan Rebeca Helona di Kebayan oleh kekasih sirihnya. Tidak hanya itu, Polres Sumbawa membekuk pelaku pembunuhan di Lekong beberapa saat setelah kejadian.

Baca juga:  Agar Kualitas Kopi Meningkat, Petani “Kopi Tepal” Butuh Tambahan Pengetahuan

PR besar Polres Sumbawa yang masih belum terselesaikan yakni belum berhasilnya membekuk para pelaku pencurian ternak di sekitar pantai Utara Kabupaten Sumbawa di bagian barat, mulai dari Kecamatan Alas barat hingga pantai Kecamatan Labuhan Badas. Tidak adanya upaya tegas untuk menangkap para pelaku, semakin membuat para pelaku lebih leluasa melakukan aksinya. Serangkaian operasi yang melibatkan masyarakat setempat pun tidak mampu menangkap para pelaku yang juga menggunakan senjata api rakitan dalam melakukan pencurian ternak.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman, yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya tetap berupaya mencegah terjadinya tindakan kriminal. Jika telah terjadi maka akan ditindak sesuai prosedur yang berlaku.

“Kasus pencurian lebih dominan dan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korbannya kami segera  tangani,” tegas Kapolres Sumbawa.

Mengenai maraknya pencurian ternak, Kapolres lagi-lagi menjawab dengan melakukan patroli melibatkan masyarakat. Apalagi pelakunya diindikasikan orang luar Pulau Sumbawa yang menggunakan transportasi kapal. Hasil patroli hanya berhasil menahan kapal dan menyita barang bukti berupa ternak dan senjata api rakitan.

Baca juga:  Polres KSB, Bidik 6 Desa Terkait Dugaan Penyelewengan DD.

Tidak hanya itu, Kapolres kerap kali menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungannya. Bahkan harus melaksanakan siskamling. Agar kesempatan orang melakukan tindak pidana dapat dicegah. Jika kampung dalam keadaan sepi maka pelaku kejahatan akan dengan mudah melangsungkan aksinya.

Ia tidak mengelak bahwa terbatasnya personel jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk menjadi kendala tersendiri. Untuk itu pelibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas wilayah. (*)

iklan bkbpp

News Feed